Menuju Musda IKAPI Lampung 2026, Momentum Penerbit Lampung Bersatu untuk Meningkatkan Literasi

Lampung – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada akhir Mei 2026. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah masa depan industri penerbitan sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Bumi Ruwa Jurai.

Persiapan Musda dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kota Metro pada Sabtu (18/04/2026). Pertemuan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga konsolidasi antar penerbit yang tergabung dalam IKAPI Lampung.

Ketua IKAPI Lampung, Ikhsanudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan amanat dari hasil Musyawarah Nasional (Munas) IKAPI Pusat. “Setelah Munas, daerah diberi waktu maksimal enam bulan untuk melaksanakan Musda. Untuk Lampung, kita targetkan akhir Mei, meski tanggal pastinya masih dalam pembahasan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Musda IKAPI Lampung kali ini akan berfokus pada pembahasan masa depan dunia penerbitan, termasuk peluang meningkatkan produksi buku dari penerbit lokal, serta inovasi jenis dan bentuk konten yang relevan dengan perkembangan zaman.

Menurut Ikhsanudin, geliat dunia penerbitan di Lampung menunjukkan tren positif. Para pelaku industri dinilai memiliki kreativitas tinggi dan komitmen kuat dalam mendukung literasi. “Ini kabar menggembirakan. Sejak lama, Lampung sudah konsen pada pengembangan literasi. Harapannya, kemajuan penerbit bisa membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ikhsanudin menekankan pentingnya peran strategis penerbit dalam meningkatkan indeks literasi di Provinsi Lampung. Ia menyebut, penerbit tidak hanya berfungsi sebagai produsen buku, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menghadirkan konten-konten berkualitas yang mampu menjangkau masyarakat luas.

“Penerbit harus hadir sebagai bagian dari solusi untuk meningkatkan indeks literasi. Tidak hanya mencetak buku, tetapi juga memastikan konten yang dihasilkan relevan, mudah diakses, dan mampu mendorong minat baca masyarakat,” tegasnya.

Dalam Musda nanti, IKAPI Lampung juga akan merancang program kerja strategis untuk meningkatkan budaya literasi di daerah. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penyelenggaraan Lampung Book Fair dengan identitas khas daerah, seperti konsep “Ramadhan Book Fair”.

Rapat persiapan ini turut membahas sejumlah agenda teknis, mulai dari pemantapan konsep kegiatan, koordinasi pelaksanaan, hingga pembentukan struktur kepanitiaan yang solid dan profesional.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ikhsanudin yang juga merupakan pimpinan Aura Publishing, serta dihadiri sejumlah penerbit aktif di Lampung, di antaranya Agree Media, Pusaka Media, Laduny Alifatama, Insight Pustaka, LitNus, Inspro Pustaka, Madany Jaya, dan Nafal Publishing.

Kehadiran berbagai penerbit ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong kemajuan industri penerbitan di Lampung. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan inovasi serta memperkuat daya saing penerbit lokal di tingkat nasional.

Melalui Musda mendatang, IKAPI Lampung diharapkan dapat menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya berdampak pada organisasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan minat baca serta indeks literasi masyarakat di Provinsi Lampung.