SAAT NESTAPA MENJADI INDAH
| Judul Buku | SAAT NESTAPA MENJADI INDAH |
| Nama pengarang | Pelangi Jingga |
| Editor | Maulidya |
| Perancang sampul | Nana Maulana, S.T. |
| Penerbit | CV. Inspro Pustaka |
| Kategori Buku | PUISI |
| Genre | Romance |
| Nomor ISBN | - |
| Ukuran Kertas | A5 (14,5 x 21 cm) |
| Jumlah Halaman | 65 hal |
| Harga | - |
| Sinopsis/ Blurb |
Kebahagiaan menjadi fatamorgana bagi sebagian orang. Begitu sulit untuk memeluknya nyata. Sebagai gantinya kecewa dan kesedihan lebih sering memeluk hati manusia, tak terkecuali jiwa yang bersemayam pada kata-kata yang bersembunyi di balik puisi-puisinya yang tercipta. Namun, justru itulah yang membuat jiwa yang bersembunyi menjadi lebih kuat. Dia juga menemukan jiwa-jiwa lain yang menguatkannya melalui kisah-kisah kecewa dan kebahagian yang juga tersembunyi. Tak jarang mereka menangis bersama untuk kemudian saling bergandengan untuk melangkah lebih jauh lagi. Tidak selamanya nestapa membuat luka. Tanpa di sadari itu yang membuat semuanya menjadi terlihat lebih indah setelah airmata menjadi senyum yang jauh lebih indah. Seberapa kuat kita dapat berdiri menantang badai kesedihan, menahanya sampai ia berlalu menjauh. Saat, langit menjadi jingga merona atau bahkan pelangi ikut menyerta kita masih tegak berdiri dan menatap cakrawala dengan bahagia. Akankah aku? Aku hanya belajar melalui luka agar lebih dapat bersyukur pada bahagia, memeluknya segenap jiwa dan akhirnya menepatkan nestapa pada kisah lalu yang indah. |
