PELANGI SETELAH HUJAN
| Judul Buku | PELANGI SETELAH HUJAN |
| Nama pengarang | Hastuti, M.Pd, Wahyu Febyanto, Aldi Susilo, Lintang Rahmadini, Cici Sundari, Keisha Aswandi, Kharisma Ananda, Zahra Dhia Nadhifa, Michita Maurent Alivia, Riski Aditia, Wayan Nela Setiama Dewi, Riki Prayogi, Luluk Dwi Aprila |
| Penyunting | Nuraini |
| Perancang sampul dan Tata Letak | Nana Maulana, S.T |
| Penerbit | CV. Inspro Pustaka |
| Kategori Buku | Cerpen |
| Genre | Slice of Life |
| Nomor ISBN | - |
| Ukuran Kertas | A5 (14,5 x 21 cm) |
| Jumlah Halaman | 231 Halaman |
| Harga | * |
| Sinopsis/ Blurb |
Karya sastra seringkali hanya dianggap sebagai sebuah imajinasi fiktif yang "dibuat-buat" relevansinya dengan situasi kemasyarakatan. Banyak pula yang berpendapat me- mang sastra tidak perlu direlevansikan dengan kehidupan sosial. Namun, sepanjang masa karya-karya sastra ditulis atau diceritakan selalu terkait dengan refleksi-refleksi terhadap kehidupan. Refleksi tersebut tidak selalu bersifat kritis tetapi dapat pula bersifat dialektis. Pengarang di satu sisi menuliskan karyanya untuk mencipatakan kenyataan-kenyataan, tetapi di sisi lain, pengarang dapat pula menciptakan refleksi imajinatif berdasarkan pengalaman yang dia lihat dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, karya sastra sebetulnya berada di sebuah ambang dialektika pengarang, yakni antara pemikiran experiensial dan pemikiran reflektif. Karena pertimbangan bahwa mengakses dan mengasah perspektif dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Sastra adalah salah satunya yang seringkali justru diabaikan. Sastra memiliki kontribusi sama pentingnya dalam melihat persoalan yang terjadi di dalam masyarakat. |
